Kebanyakan orang berpasangan dengan seseorang yang umurnya tidak begitu jauh dari mereka. Mungkin akan ada perbedaan 1-4 tahun dan hal ini masih sangat normal.
Tetapi bagaimana jadinya jika perbedaan usia antara kamu dan pasangan itu cukup jauh, misalkan 10-15 tahun?
Apakah perbedaan umur ini akan menjadi masalah? Mari kita bahas bersama.
Ada beberapa faktor yang akan menentukan apakah perbedaan umur ini akan menjadi masalah atau tidak, yaitu:
- Umur masing – masing dalam hubungan
- Fase dan tujuan hidup saat ini
- Gender dan Biologis Pasangan
Sekarang kita akan membahas faktor – faktor ini satu persatu dan nanti di akhir kamu dapat menentukan sendiri apakah hubungan age gap yang dimiliki kamu dan pasangan atau seseorang yang kamu kenali akan menjadi masalah ke depannya atau tidak.
1. Umur masing – masing dalam hubungan
Hal pertama yang penting untuk dibahas adalah umur mu dan pasanganmu saat kalian menjalin hubungan.
Jika usia pacarmu saat ini masih belasan tahun, misalkan 18 tahun dan kamu usianya 27 dan seterusnya, maka perbedaan usia ini akan menjadi masalah.
Kenapa Begitu?
Memang benar di usia 18 misalkan, pacarmu itu sudah memasuki usia yang dianggap dewasa dan secara legal atau hukum, sebenarnya tidak ada masalah atau larangan.
Namun secara pola pikir, mentalitas dan kedewasaan, kalian berada di fase yang masih sangat jauh berbeda.
Di usia akhir dua puluh, tiga puluhan, pola pikirmu sudah jauh lebih dewasa dan kamu memiliki kesadaran diri dan emosional yang lebih tinggi dibandingkan seseorang yang masih berusaha 17 atau 18 tahun.
Ketidak-seimbangan Dalam Power Dynamic
Selain itu terdapat perbedaan yang jauh atau kejomplangan dalam hal yang dinamakan power dynamic yang dapat meningkatkan kemungkinan satu pihak berbuat semena – mena terhadap pihak yang lebih muda.
Contoh:
Kamu mungkin sudah bebas menghasilkan uang sendiri dan memiliki hidup yang dikatakan mandiri. Namun pasanganmu yang usianya 17, 18 tahun masih bergantung dengan orang tua mereka untuk banyak hal.
Mereka masih perlu menempuh yang namanya pendidikan lebih lanjut atau mendapatkan pengalaman hidup sementara kamu sudah memiliki banyak pengalaman.
Jika kamu menikah dengan orang itu, ada kemungkinan kamu secara sadar atau tidak merasa lebih hebat dari mereka dan berbuat semena – mena walaupun kamu tidak punya niat jahat sebenarnya. Hanya saja kamu merasa bahwa kamu punya kuasa yang lebih dari pasanganmu yang lebih muda.
Memang banyak kultur dan tradisi, terutama di Asia dan negara – negara Timur yang menganggap pernikahan wanita usia 18 tahun dan pria 28 tahun itu normal dan memang ada contoh – contoh yang berhasil.
Tetapi dengan perkembangan zaman dan era saat ini dimana pendidikan itu dianggap penting dan orang – orang mulai sadar dengan kejomplangan sosial yang terjadi dengan pernikahan muda sepihak ini, ada baiknya kamu memilih seseorang dengan jarak usia yang lebih dekat.
Apakah jarak 10 tahun keatas masih bisa seimbang? Bisa.
Lain ceritanya jika perbedaan usia ini dijalani oleh seseorang yang usianya 25 dan 35 tahun atau 28 dan 38 tahun karena kejomplangan secara emosional dan kesadaran diri pada usia ini biasanya tidak terlalu signifikan.
Dua – duanya sudah mempunyai cukup pengalaman hidup walaupun ada perbedaan 10 tahun diantara mereka dan power dynamic yang ada tidak terlalu mengkhawatirkan.
Semakin tua kedua belah pihak, semakin kecil masalah yang ada tentang perbedaan umur. Seseorang berusia 40 tahun bisa kencan dengan seorang yang berusia 50 tahun dan tidak akan ada komentar negatif karena keduanya sama – sama sudah matang.
Jadi usia saat kalian berpacaran atau menjalin hubungan itu sangat penting.
2. Fase dan Tujuan Hidup Saat Ini
Fase dan tujuan hidup dari masing – masing individu juga berpengaruh untuk menjawab apakah perbedaan usia yang jauh ini akan menjadi masalah.
Contohnya:
Ada seorang wanita berusia 21 tahun berhubungan dengan pria yang berusia 31 tahun. Wanita ini masih ingin melanjutkan pendidikannya dan merasakan pengalaman kerja dan tidak ingin punya anak dulu karena ingin menikmati masa mudanya.
Sementara pria ini sudah ingin settle down dan membangun keluarga serta memiliki anak, maka perbedaan usia ini akan menjadi suatu permasalahan.
Tapi jika pihak yang lebih muda ini menginginkan hal yang sama, misal wanita 21 tahun ini juga ingin menikah dan langsung membangun keluarga dan menjadi ibu rumah tangga saja tanpa terlalu fokus memikirkan karir, maka perbedaan ini tidak menjadi masalah yang terlalu signifikan.
Bagaimana kalau wanitanya lebih tua?
Sama hal nya jika sang wanita lebih tua, bisa saja wanita berusia 31 tahun sudah ingin menikah dan punya anak sementara laki – laki yang usianya 21 tahun masih ingin merintis karirnya dan menikmati masa muda tanpa perlu memikirkan anak.
Selain itu wanita yang lebih tua, maka akan ada pertanyaan apakah si pria yang lebih muda ini nantinya dapat menafkahi wanita tersebut kalau mereka menikah sementara proses karirnya saja baru mulai.
Jika memang ia bisa, maka tidak akan nada masalah, tetapi jika ia belum bisa, akan ada banyak masalah yang muncul dari situasi ini.
Seperti poin sebelumnya, semakin tua usia masing – masing individu, perbedaan fase dan tujuan hidup ini akan menjadi semakin kecil. Pasangan berusia 30 dan 40 akan memiliki lebih banyak persamaan dalam fase dan tujuan hidup dibandingkan pasangan berusia 18 dan 28 tahun.
3. Gender dan Biologis Pasangan
Faktor gender dan biologis pasangan biasanya akan menjadi masalah jika keduanya nanti ingin memiliki anak. Terutama jika si wanita yang lebih tua.
Secara biologis, pria memiliki masa subur yang lebih panjang dibandingkan wanita. Contoh ektrim, pria berusia 50 atau 60 tahun tetap dapat menghasilkan keturunan dengan syarat pasangannya, si wanita ini masih dalam masa subur.
Sementara, wanita memiliki periode kesuburan yang lebih singkat dibandingkan pria. Setelah 40 tahun, maka wanita akan memiliki lebih banyak komplikasi dan kesulitan untuk memiliki anak.
Maka dari itu, perbedaan usia juga harus diperhatikan ketika kamu dan pasanganmu berencana untuk memiliki anak nantinya.
Tetapi jika kalian memang tidak ada niat untuk memiliki anak atau kalian bersama dan ingin punya anak di saat usia kalian masih sama – sama subur dan produktif, maka hal ini tidak akan menjadi masalah.
Solusi Jika Orang Yang Kamu Inginkan Masih Muda
Lalu apa yang harus kamu lakukan jika kamu sudah berusia di akhir 20 an atau awal 30 dan kamu jatuh cinta dengan wanita yang usianya 18 atau 19 tahun?
Kalau kamu memang benar – benar menginginkan wanita ini, ada baiknya kamu menunggu sedikit hingga dia lebih dewasa dan mendekatinya sebagai teman baik dulu.
Lalu ketika dia sudah mulai dewasa dan lebih matang secara pemikiran dan emosional, baru kamu ungkapkan perasaanmu dan jika dia juga suka padamu karena kalian sudah saling familiar dan kamu selalu baik dengan dia, kalian baru pacaran.
Contoh Nyata
Ini adalah kisah nyata dari seorang kenalan kami. Dia adalah seorang pemuka agama Kristen atau pendeta.
Waktu itu dia menyukai seorang pelayan di gerejanya yang masih berusia 18 tahun. Jarak usia mereka cukup jauh, sekitar 10 tahun. Karena wanita itu masih terlalu muda, ia menunggu dan mendekatinya sebagai teman dulu.
Lalu beberapa tahun kemudian, ketika wanita itu sudah berusia 20 an dan sudah di usia pantas untuk menikah, pendeta ini langsung mendekati wanita itu, mengajaknya kencan dan tidak lama ia langsung melamar si wanita ini menjadi istri.
Mereka tidak ada istilah pacaran dulu, langsung ia lamar lalu hebatnya diterima. Saat ini mereka sudah menikah dan memiliki anak. Hubungan mereka masih langgeng sampai sekarang.
Jodoh Tidak Akan Kemana
Yang namanya jodoh tidak akan kemana. Jika seseorang itu memang akan menjadi milikmu, maka kamu tidak perlu terlalu khawatir.
Jika hubungan kalian jaraknya terlalu jauh dan yang satu masih di angka 17-19 tahun sementara yang lain sudah 20 tahun keatas atau malah 30, tunggu saja dulu sampai dia sudah dewasa sedikit barulah kamu berhubungan dengan dia.
Tapi kalau kalian sudah sama – sama matang dan cocok, usia tidak menjadi masalah.
Dengan mengikuti prinsip ini, kamu akan menghindari banyak masalah dalam hubungan dan meningkatkan tingkat kesuksesan hubungan kalian hingga jenjang pernikahan dan berkeluarga.




